Sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia menyimpan ribuan rahasia di balik jernihnya perairan sungai dan kedalaman samudaranya. Di antara ribuan spesies tersebut, terdapat beberapa "permata" hidup yang keberadaannya sangat terbatas—beberapa bahkan hanya ditemukan di satu titik kecil di peta Indonesia. Keunikan dan kelangkaan ini menjadikan mereka target utama pengamatan ilmiah hingga incaran pasar gelap internasional.
Baca Juga:
- Paranet Tahan UV untuk Pertanian dan Greenhouse Modern
- Anggrek Oncidium, Pesona Anggrek Menari dengan Bunga Kuning Mempesona
- Jenis-Jenis Telur Ayam dan Perbedaannya yang Perlu Anda Ketahui
Berikut adalah lima ikan paling langka yang menjadi identitas kekayaan alam nusantara:
1. Ikan Raja Laut (Coelacanth Manado)
Ikan ini adalah definisi nyata dari keajaiban. Sempat dianggap punah 65 juta tahun lalu, dunia sains terguncang saat spesies ini ditemukan hidup di perairan Manado Tua pada tahun 1998.
Latimeria menadoensis atau Ikan Raja Laut adalah "fosil hidup" yang memiliki ciri fisik purba dengan sirip yang bergerak menyerupai kaki manusia saat berjalan. Keberadaannya sangat langka, hidup di gua-gua laut dalam, dan menjadi salah satu spesies yang paling dilindungi secara ketat di dunia.
2. Arwana Super Red (Arwana Merah)
Dari perairan air tawar di Kalimantan Barat, tepatnya di Sungai Kapuas dan Danau Sentarum, lahirlah Arwana Super Red. Ikan ini bukan sekadar peliharaan; bagi banyak budaya, ia adalah simbol keberuntungan dan naga di dunia nyata.
Warna merah menyala yang elegan menjadikannya ikan hias paling mahal di dunia. Kelangkaannya di alam liar akibat kerusakan hutan gambut membuat ikan ini masuk dalam daftar CITES Appendiks I, yang berarti perdagangannya diawasi secara internasional dengan sangat ketat.
3. Hiu Berjalan (Walking Shark)
Papua tidak hanya indah di permukaan, tapi juga menyimpan keunikan evolusi di bawah air. Hiu Berjalan (Hemiscyllium freycineti) adalah spesies endemik yang hanya bisa ditemukan di perairan Raja Ampat dan sekitarnya.
Alih-alih berenang cepat di kolom air, hiu ini menggunakan sirip dadanya untuk "merayap" di atas dasar laut dan terumbu karang. Keunikan cara bergeraknya ini tidak ditemukan pada hiu di belahan dunia lain, menjadikannya magnet bagi penyelam dan peneliti mancanegara.
4. Ikan Capungan Banggai (Banggai Cardinalfish)
Ikan mungil berpola garis hitam-putih yang cantik ini memiliki habitat yang sangat spesifik, yaitu hanya di Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Pterapogon kauderni adalah ikan hias yang sangat populer secara global.
Namun, karena hanya hidup di wilayah yang sempit dan memiliki sistem reproduksi yang unik (jantan mengerami telur di dalam mulut), populasinya sangat rentan terhadap penangkapan berlebih. Saat ini, dunia internasional menaruh perhatian besar pada pelestarian spesies mungil ini.
5. Ikan Pelangi Sawiat (Boeseman's Rainbowfish)
Berasal dari Danau Ayamaru di daerah Maybrat, Papua Barat, ikan pelangi ini memiliki gradasi warna biru dan kuning yang sangat kontras dan indah. Ikan ini menjadi incaran para kolektor akuarium di seluruh dunia karena estetikanya yang luar biasa.
Namun, karena wilayah penyebarannya yang sangat terbatas (endemik), ancaman kepunahan selalu membayangi jika ekosistem danau tempat tinggal mereka terganggu oleh pencemaran atau spesies invasif.
Menjaga Warisan yang Tersisa
Kelima ikan di atas adalah bukti bahwa Indonesia adalah "rumah" bagi keajaiban evolusi. Namun, gelar "Paling Langka" juga merupakan sebuah peringatan. Perburuan liar, perdagangan ilegal, dan rusaknya habitat asli adalah ancaman nyata yang bisa membuat anak cucu kita kelak hanya bisa melihat ikan-ikan ini melalui buku sejarah.
Menghargai keberadaan mereka berarti menjaga kelestarian ekosistem air kita. Karena ketika satu spesies ini hilang, dunia kehilangan satu kepingan sejarah alam yang tidak akan pernah bisa tergantikan.






.png)
Posting Komentar