Fakta Unik Tanaman Pala, Rempah Emas yang Pernah Ditukar dengan Pulau Manhattan

 


Jika kita melihat butiran biji pala di dapur, mungkin sulit membayangkan bahwa komoditas kecil ini pernah menjadi alasan pecahnya perang besar dan perebutan kekuasaan antarnegara Eropa. 

Tanaman pala (Myristica fragrans) bukan sekadar bumbu penyedap masakan; ia adalah simbol kekayaan, diplomasi, dan keajaiban botani.

Berikut adalah deretan fakta unik tanaman pala yang perlu Anda ketahui:

1. Satu Buah, Dua Rempah Berbeda

Pala adalah tanaman yang sangat dermawan. Uniknya, satu buah pala menghasilkan dua jenis rempah yang berbeda sekaligus: biji pala (nutmeg) dan fuli (mace).

 Biji pala adalah bagian dalam yang keras, sedangkan fuli adalah selaput merah terang berbentuk jala yang menyelimuti biji tersebut. Meskipun berasal dari buah yang sama, keduanya memiliki profil rasa yang berbeda; fuli cenderung lebih halus dan aromatik, sementara biji pala lebih tajam dan manis.

2. Saksi Bisu Pertukaran Pulau Manhattan

Ini adalah salah satu fakta sejarah paling mencengangkan. Pada abad ke-17, demi mempertahankan monopoli perdagangan pala di Kepulauan Banda, Maluku, Belanda rela melakukan kesepakatan dengan Inggris melalui Perjanjian Breda (1667).

Belanda menyerahkan Pulau Manhattan di Amerika (yang saat itu bernama New Amsterdam) kepada Inggris demi mendapatkan Pulau Run di Kepulauan Banda yang kaya akan pohon pala. Bayangkan, pusat keuangan dunia saat ini dulunya dianggap sebanding nilainya dengan sebuah pulau kecil penghasil rempah di Indonesia.

3. Tanaman yang Setia dan Berumur Panjang

Pohon pala adalah tanaman yang membutuhkan kesabaran ekstra. Petani biasanya harus menunggu sekitar 7 hingga 9 tahun sebelum pohon ini mulai berbuah untuk pertama kalinya. 

Namun, sekali ia berproduksi, pohon pala bisa terus menghasilkan buah hingga usia 80 sampai 100 tahun. Selain itu, pohon pala bersifat dioecious, artinya ada pohon jantan dan pohon betina, sehingga penyerbukan memerlukan keberadaan keduanya atau bantuan serangga.

4. Kandungan "Mistis" Myristicin

Secara ilmiah, pala mengandung senyawa bernama myristicin. Dalam dosis kecil, senyawa ini memberikan aroma sedap dan manfaat kesehatan seperti membantu pencernaan dan mengatasi insomnia.

 Namun, dalam dosis yang sangat tinggi, pala dapat memberikan efek halusinogen atau psikoaktif. Inilah alasan mengapa pada zaman dahulu, pala sering dianggap sebagai tanaman yang memiliki kekuatan magis dan digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menenangkan pikiran.

5. Penjaga Kesegaran Alami

Sebelum teknologi pendingin (kulkas) ditemukan, pala adalah komoditas yang sangat berharga karena kemampuannya sebagai pengawet makanan alami. 

Sifat antimikroba dan antibakteri pada pala membantu menjaga daging tetap awet selama perjalanan jauh di laut. Bagi bangsa Eropa di masa lalu, memiliki persediaan pala berarti memiliki jaminan makanan yang aman dan lezat.

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama