Merawat anak sapi, atau yang sering disebut dengan istilah pedet, adalah fase paling krusial dalam dunia peternakan. Periode ini menentukan apakah sapi tersebut akan tumbuh menjadi ternak yang produktif atau justru menjadi kerugian bagi peternak. Anak sapi yang mendapatkan perawatan optimal sejak lahir akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan struktur tulang yang baik saat dewasa.
Baca Juga:
- Cara Pilih Ukuran Polybag Sesuai Jenis Tanaman Panduan Lengkap untuk Pemula
- Succulents, Tanaman Hias Tahan Banting yang Cocok untuk Pemula
- Panduan Lengkap Tanaman Tembakau Ciri, Budidaya, dan Manfaatnya
Berikut adalah langkah-langkah penting dalam merawat anak sapi dari lahir hingga mencapai usia dewasa:
1. Pemberian Kolostrum: "Vaksin" Alami Pertama
Hal terpenting yang wajib dilakukan dalam kurun waktu 1 hingga 2 jam setelah lahir adalah memastikan anak sapi mendapatkan kolostrum (susu pertama dari induk).
Kolostrum mengandung antibodi yang sangat tinggi untuk membentuk sistem imun pedet karena mereka lahir tanpa perlindungan kekebalan tubuh. Jika pedet gagal mendapatkan kolostrum dalam 6 jam pertama, risiko kematian atau terserang penyakit akan meningkat drastis.
2. Kebersihan Kandang dan Tali Pusar
Anak sapi yang baru lahir sangat rentan terhadap infeksi bakteri. Segera bersihkan tali pusar dengan cairan antiseptik seperti Iodine untuk mencegah infeksi yang bisa masuk ke aliran darah.
Selain itu, pastikan kandang pedet dalam kondisi kering, bersih, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Alas kandang dari jerami kering sangat disarankan untuk menjaga suhu tubuh pedet agar tidak kedinginan.
3. Manajemen Pakan (Transisi Susu ke Hijauan)
Hingga usia 2 bulan, sumber makanan utama adalah susu induk atau pengganti susu (milk replacer). Namun, untuk mempercepat perkembangan lambung (rumen), mulailah memperkenalkan Starter Feed (pakan konsentrat awal) dan sedikit rumput berkualitas tinggi sejak usia 2 minggu.
Proses ini disebut sebagai fase "belajar makan". Jangan memberikan rumput yang terlalu tua atau kasar pada fase ini karena pencernaan pedet belum sempurna.
4. Program Vaksinasi dan Pemberian Obat Cacing
Setelah lepas sapih (sekitar usia 3-4 bulan), anak sapi mulai aktif berinteraksi dengan lingkungan luar. Di sinilah jadwal vaksinasi rutin (seperti vaksin PMK atau Antraks) harus dijalankan.
Selain itu, pemberian obat cacing secara berkala setiap 3-4 bulan sekali sangat penting untuk memastikan nutrisi yang dimakan terserap sempurna oleh tubuh, bukan justru dimakan oleh parasit.
5. Penyediaan Air Bersih Secara Ad Libitum
Sering kali peternak fokus pada pakan tetapi lupa pada air. Anak sapi membutuhkan air bersih yang tersedia setiap saat (ad libitum). Air yang bersih membantu proses metabolisme dan pertumbuhan sel-sel tubuh.
Pastikan wadah air selalu dibersihkan untuk menghindari pertumbuhan lumut atau bakteri yang bisa menyebabkan diare (mencret) pada sapi muda.
6. Pemantauan Pertumbuhan dan Sosialisasi
Saat memasuki usia remaja (sekitar 8-12 bulan), perhatikan perkembangan fisiknya. Pastikan sapi mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk membantu pembentukan Vitamin D dan penguatan tulang.
Pada tahap ini, sapi betina biasanya mulai dipersiapkan untuk masa dewasa kelamin, sehingga asupan mineral dan vitamin harus lebih ditingkatkan agar sistem reproduksinya berkembang sempurna

.png)
Posting Komentar