Cara Menikmati Natto Agar Lebih Nikmat, Tips dari Orang Jepang!

natto

Jika Anda pernah berkunjung ke Jepang atau menonton acara kuliner Jepang, mungkin Anda sudah mendengar tentang natto. Makanan tradisional yang terbuat dari kedelai fermentasi ini dikenal dengan teksturnya yang lengket, aromanya yang tajam, serta rasa unik yang membuat orang jatuh cinta atau justru enggan mencobanya. Ia adalah bagian dari tradisi sarapan, sumber gizi penting, sekaligus simbol ketekunan dalam menjaga warisan kuliner. Namun, bagaimana sebenarnya cara menikmati natto agar lebih nikmat? Mari kita pelajari beberapa tips langsung dari kebiasaan orang Jepang.

Baca juga:

Pertama, orang Jepang hampir selalu menyantap natto dengan nasi hangat. Perpaduan tekstur natto yang lengket dengan kelembutan nasi membuat rasa yang awalnya aneh menjadi lebih seimbang. Rasa gurih alami dari kedelai fermentasi berpadu dengan kehangatan nasi, sehingga menghadirkan sensasi yang lebih nyaman di lidah. Tidak heran jika banyak keluarga Jepang menyiapkan natto sebagai bagian dari menu sarapan harian.

Kedua, sebelum disantap, natto biasanya diaduk terlebih dahulu hingga menghasilkan serat-serat lengket yang kental. Proses ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga meningkatkan cita rasa natto. Aduk nato yang lama agar tekstur dan rasanya ter upgrade. Biasanya natto diaduk sekitar 30–50 kali, kemudian ditambahkan bumbu bawaan berupa saus kecap asin dan sedikit mustard Jepang (karashi). Rasa pedas ringan dari mustard ini membantu menyeimbangkan aroma tajam natto, membuatnya lebih mudah dinikmati.

Natto juga sering ditambahkan beberapa topping lainya, Orang Jepang suka menambahkan daun bawang cincang, nori (rumput laut kering), atau telur mentah segar. Kombinasi ini tidak hanya memperhalus rasa, tetapi juga menambah tekstur dan nutrisi. Ada pula yang menambahkan sedikit kimchi untuk mendapatkan sensasi pedas asam yang lebih berani. Inilah salah satu alasan mengapa natto bisa begitu fleksibel dalam hidangan sehari-hari.

Keempat, bagi yang belum terbiasa dengan aroma natto, cara terbaik menikmatinya adalah dengan menggabungkannya dalam masakan lain. Di Jepang, natto sering dijadikan isian sushi gulung, campuran omelet, atau ditumis bersama sayuran. 

Kelima, orang Jepang juga memiliki kebiasaan mengonsumsi natto karena alasan kesehatan. Kandungan probiotik yang tinggi dari proses fermentasi menjadikan natto sangat baik untuk pencernaan. Selain itu, natto kaya akan protein nabati, vitamin K2, serat, dan mineral penting. Karena itu, banyak orang Jepang tidak terlalu mempermasalahkan aroma atau teksturnya. Mereka justru menekankan manfaat kesehatan yang diperoleh, sehingga menjadikan natto bagian dari pola makan seimbang. Dengan cara berpikir ini, menikmati natto bukan hanya soal rasa, tetapi juga kesadaran akan gaya hidup sehat.

Selain tips tradisional, generasi muda Jepang juga mulai menciptakan cara baru untuk menikmati natto agar lebih menarik. Ada yang mencampurnya dengan saus mayones, ada pula yang membuat natto toast dengan roti panggang dan keju. Beberapa kafe bahkan menyajikan menu kreatif berbahan natto untuk menarik konsumen muda yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Inovasi ini menunjukkan bahwa natto bukan hanya makanan klasik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan selera modern.

Kesimpulannya, menikmati natto sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Kuncinya adalah mencari padanan yang tepat dan menyesuaikan cara penyajian sesuai selera. Dari mencampurnya dengan nasi hangat, menambahkan bumbu dan topping, hingga mengolahnya dalam hidangan modern, semua cara itu adalah rahasia yang diwariskan orang Jepang agar natto terasa lebih nikmat. Bagi mereka, natto bukan sekadar makanan tradisional, melainkan bagian dari identitas kuliner yang patut dihargai. Jadi, jika Anda ingin mencoba sensasi berbeda sekaligus menyehatkan, jangan ragu untuk memberi kesempatan pada natto si kedelai fermentasi yang penuh kejutan.

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama