Jambu mete (Anacardium occidentale), atau sering juga disebut jambu monyet, adalah tanaman tropis yang terkenal dengan bentuk buahnya yang unik dan kacangnya yang lezat. Berasal dari Amerika Selatan bagian timur laut, tanaman ini kini telah menyebar luas ke berbagai wilayah tropis di dunia, termasuk Indonesia, India, Vietnam, dan Afrika. Jambu mete bukan hanya sekadar pohon buah-buahan; ia adalah sumber daya serbaguna yang menghasilkan buah semu yang segar, kacang mete yang kaya nutrisi, minyak yang berharga, dan bahkan bahan baku industri.
Baca Juga:
- Biji Ek, Buah dari Pohon Perkasa dengan Sejarah dan Manfaat Tersembunyi
- Cara Memasang Plastik UV agar Awet Bertahun-tahun
- BerandaBrokoli Adalah BungaBrokoli Adalah Bunga, Fakta Unik Sayuran Hijau yang Kaya Manfaat
Anatomi Unik Jambu Mete: Buah Sejati dan Buah Semu
Yang sering kita seira sebagai "buah" jambu mete sebenarnya adalah buah semu atau hypocarp—bagian berdaging yang merupakan hasil pembengkakan tangkai bunga. Buah semu ini berbentuk seperti lonceng atau ginjal, berwarna kuning atau merah cerah ketika matang, dan memiliki rasa yang segar, manis, sedikit asam, serta cukup berair.
Sementara itu, buah sejati dari jambu mete adalah bagian kecil berbentuk ginjal yang menempel di bagian bawah buah semu. Di dalam buah sejati inilah tersembunyi "harta karun" yang paling dicari: kacang mete. Kacang mete ini dilindungi oleh kulit keras ganda yang mengandung cairan kaustik yang dikenal sebagai Cashew Nut Shell Liquid (CNSL). Cairan ini bersifat iritan sehingga kacang mete tidak bisa langsung dikonsumsi mentah dan harus melalui proses pengolahan yang hati-hati.
Manfaat dan Penggunaan Jambu Mete
Kacang Mete: Ini adalah produk paling terkenal dari jambu mete. Kacang mete dikenal karena rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, dan kandungan nutrisinya yang tinggi. Kacang mete kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang sehat (baik untuk jantung), protein, serat, serta berbagai vitamin dan mineral seperti magnesium, seng, fosfor, dan vitamin K. Ia sering dikonsumsi sebagai camilan, ditambahkan ke masakan Asia, dessert, atau sebagai bahan dasar susu nabati dan mentega kacang.
Buah Semu (Jambu Mete): Bagian berdaging ini dapat dikonsumsi langsung dalam keadaan segar, meskipun seringkali memiliki rasa yang sedikit sepat karena kandungan tanin. Buah semu juga dapat diolah menjadi jus, selai, manisan, atau cuka. Di beberapa daerah, buah semu difermentasi untuk membuat minuman beralkohol tradisional.
CNSL (Cashew Nut Shell Liquid): Cairan ini, meskipun iritan, adalah produk sampingan yang sangat berharga. CNSL dimanfaatkan dalam berbagai industri non-pangan, seperti pembuatan resin, cat, pernis, kampas rem, isolator listrik, dan bahan kimia lainnya. Sifatnya yang tahan air dan tahan panas membuatnya sangat berguna.
Bagian Lain: Daun jambu mete muda kadang digunakan sebagai lalapan. Kayunya cukup kuat dan dapat digunakan sebagai kayu bakar atau bahan bangunan sederhana.
Budidaya Jambu Mete: Tanaman yang Tahan Banting
Jambu mete dikenal sebagai tanaman yang relatif tahan banting dan cocok untuk daerah dengan iklim tropis kering.
Iklim dan Tanah: Jambu mete tumbuh subur di iklim tropis dengan curah hujan sedang hingga rendah, serta periode kering yang jelas untuk memicu pembungaan dan pembuahan. Tanaman ini toleran terhadap berbagai jenis tanah, termasuk tanah berpasir atau kurang subur, asalkan memiliki drainase yang baik.
Penanaman: Umumnya diperbanyak melalui biji atau cangkok. Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.
Perawatan: Tanaman jambu mete memerlukan pembersihan gulma, pemupukan secukupnya, dan pemangkasan untuk membentuk tajuk yang baik dan memudahkan panen.
Panen: Buah semu akan matang dan jatuh ke tanah. Kacang mete kemudian dipisahkan dari buah semu dan diproses lebih lanjut untuk menghilangkan kulit kerasnya dan cairan CNSL sebelum siap dikonsumsi. Proses pengupasan kacang mete seringkali melibatkan pemanggangan atau perebusan untuk melunakkan kulit dan menetralkan CNSL.
.png)
.png)
Posting Komentar